Perang Uhud, Cermin Menawan Pribadi Rasulullah SAW #Bagian3


Oleh Dra. S. Surati

Akhir Perang Uhud

Kaum muslimin dalam keadaan kebingungan membunuh sesama tentara muslin. Ketika ada teriakan Muhammad terbunuh, orang-orang Quraisy berhamburan ke arah Nabi Muhammad dan sebagian pasukannya. Saat itulah pasukan muslimin yang dekat dengan Rasulullah dengan segera mengelilingi Rasulullah, menjaga dan melindunginya dari lemparan batu yang mengarah kepada Nabi. Kondisi Rasulullah saat itu cukup berbahaya. Gigi gerahamnya terkena batu, wajah beliau pecah-pecah dan bibinya luka-luka.

Dua keping pecahan rantai besi penutup muka yang menembus wajah Rasul itu oleh Abu Ubaidah bin Jarrah dicabutnya, tidak memperhitungkan lagi hingga giri serinya  tanggal.

Kemenangan berakhir di tangan musryrikin Mekah. Alangkah senangnya Abu Sufyan dan semua pasukan Qurasiy. Dendam mereka pada Perang Badar telah terbalaskan.

Dalam Perang Uhud, keadaan pasukan muslimin banyak yang terluka. Keadaan yang sulit Rasulullah dan pasukan yang tersisa kembali ke Madinah. 70 orang terbunuh pada Perang Uhud ini. Dalam perang ini pula Hamzah, paman Rasulullah, terbunun oleh Wahsyi, budak Hindun yang dijanjikan merdeka oleh Hindun jika dapat membunuh Hamzah. Perang Uhud demikian mengharap biru kaum muslimin yang akan menjadi pembelajaran yang berharga pada masa-masa yang akan datang.

Pembelajaran yang Dapat Diambil dari Perang Uhud

Beberapa pembelajaran yang dapat kita ambil dari Perang Uhud, antara lain sebagai berikut.

1. Perlunya menjunjung prinsip musyawarah dalam setiap urusan, seperti yang dilakukan Rasulullah dan teguh melaksanakan setiap keputusan musyawarah walaupun kadang-kadang keputusan itu tidak kita sukai.

2. Harus cermat memilih orang-orang yang tepat untuk memikul amanah, contoh Rasulullah memilih Abu Dujana untuk menggunakan pedang beliau untuk turun ke medan pertempuran, menyiapkan pasukan khusus pemanah dan ditempatkan pada posisi yang sangat strategis untuk melindungi pasukan.

3. Jika menjadi pemimpin, tetap berjiwa rendah hati dan menghargai bawahan. Rasulullah pada Perang Uhud juga berbaju perang, lalu bertandang ke gelanggang, memimpin dan mengambil komando perang. Padahal dapat saja beliau tidak memakai baju perang karena beliau adalah Nabi yang dilindungi Allah SWT.

4. Tetap teguh, sabar, dan tahan uji pada situasi yang sesulit apapun. Rasulullah dalam Perang Uhud ini tetap memberikan motivasi & menghibur mereka agar tetap sabar dan tahan uji menghadapi saat-saat yang sangat sulit ketika Musyrikin Mekah berbalik mengepung kaum Muslimin.

5. Kita harus taat pada pemimpin dalam keadaan apapun. Kekalahan pasukam muslimin pada Perang Uhud pada awalnya karena ketidaktaatan pasukan pemanah pada pemimpinnya: Rasulullah SAW.


Penulis: Dra. S. Surati

Sumber Pustaka
As-Siba’I, Musthafa.2009. Hikmah Shirah Nabawiyah.Solo:Indiva Media Kreasi.
Abas, Erjati.2004. Belajar Seni Memimpin pada Muhammad.Jakarta:PT. Elex Media Komputindo.

Perang Uhud, Cermin Menawan Pribadi Rasulullah SAW #Bagian1
Perang Uhud, Cermin Menawan Pribadi Rasulullah SAW #Bagian2
Perang Uhud, Cermin Menawan Pribadi Rasulullah SAW #Bagian3

Subscribe to receive free email updates: